Artikel Terbaru >

Terbaru

Showing posts with label Gaya Hidup. Show all posts
Showing posts with label Gaya Hidup. Show all posts

6 Pola Makan Orang Jepang yang Patut Kita Contoh

http://images.detik.com/content/2011/03/28/766/jepang-depan-ts.jpg 
Perkembangan teknologi yang begitu pesat, Jepang mampu membuat membuat terobosan dalam pengobatan kanker dan penyakit jantung. Namun ternyata hal itu tidak semata-mata berkat teknologinya.


Namun pola hidup merekala yang membuat orang Jepang panjang umur dan lebih sehat. Seperti yang dikutip dari Self, berikut beberapa kebiasaan sehat para orang Jepang yang bisa ditiru.


1. Temukan Zen
Olahraga orang Jepang biasanya menggabungkan dua faktor, yaitu fisik dan mental. Kegiatan seperti yoga dan meditasi terbukti dapat mengurangi stres dan menangkal dimensia (pikun) serta melatih konsentrasi seseorang.




2. Hindari Makan di Piring Besar
Orang Jepang terbiasa makan dengan piring dan mangkuk kecil. Penggunaan sumpit juga membuat orang Jepang makan lebih dikit dan perlahan. Kebiasaan memilih tempat makan mungil dipercaya bisa bantu mengontrol porsi makan seseorang.
 
3. Makan Secara Perlahan
Di Jepang, setiap orang diajarkan unuk menikmati makanan setiap gigitannya. Mengapa makan secara perlahan baik untuk kesehatan? Hal itu karena otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menyatakan bahwa perut sudah kenyang.


4. Minum Teh Hijau atau Ocha
Menurut penelitian, orang yang minum enam cangkir teh dalam sehari memiliki risiko 36 persen lebih rendah terkena penyakit jantung. Kandungan antioksidannya juga dapat mengurangi risiko osteoporosis dan kanker.


Sejumlah penelitian juga mengatakan bahwa senyawa kimia EGCG dan antioksidan catechin yang ditemukan dalam teh hijau, bisa mempercepat metabolisme tubuh manusia. Metabolisme merupakan proses mengubah nutrisi makanan dan kalori menjadi energi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan aktivitas.


Jika metabolisme tubuh seseorang meningkat, maka akan lebih mudah baginya untuk menurunkan berat badan. Teh hijau juga bisa mengurangi hingga 70 kalori sehari. Menyeduh teh hijau sebaiknya dengan air bersuhu 85 derajat Celsius, selama dua sampai tiga menit.


5. Makan Ikan
Sudah menjadi kebiasaan orang Jepang untuk mengonsumsi ikan tuna, makarel dan salmon. Ketiganya dipercaya mengandung asam lemak omega-3, yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker payudara.


6. Makan Rumput Laut
Rumput laun merupakan salah satu bahan utama masakan orang Jepang. Secara haraviah, rumpu laut mengandung multivitamin yang berisi potasium, kalsium, magnesium, besi, yodium vitamin C, serat dan bea karoten.


sumber 

Shiro Ishii, Dokter Terkejam dari Jepang yang Memperlakukan Manusia Seperti Mainan

Seorang dokter biasanya menolong pasiennya namun tidak dengan dokter yang satu ini, dia sangat terkenal karena kekejamannya terhadap manusia.

Shiro Ishii adalah seorang ahli mikrobiologi dan letnan jenderal Unit 731, sebuah unit perang biologis Tentara Kekaisaran Jepang selama Perang Sino-Jepang. Ia dilahirkan di bekas Desa Shibayama Kabupaten Sanbu di Prefektur Chiba, dan belajar kedokteran di Universitas Kekaisaran Kyoto. Pada 1932, ia memulai eksperimen pendahuluan dalam perang biologis sebagai proyek rahasia militer Jepang. Pada tahun 1936, Unit 731 terbentuk. Ishii membangun sebuah senyawa besar, lebih dari 150 gedung-gedung lebih dari enam kilometer persegi di luar kota Harbin, Cina.

Beberapa dari sekian banyak kekejaman yang dilakukan oleh Ishii dan yang lain di bawah komandonya di Unit 731 meliputi: pembedahan makhluk hidup hidup orang (termasuk wanita hamil yang dihamili oleh dokter), tahanan dengan kaki diamputasi dan dipasang ke bagian lain dari tubuh mereka, sejumlah tawanan dibuat beku anggota tubuhnya dan dicairkan untuk mempelajari hasil gangren yang tidak diobati. Manusia juga digunakan sebagai kasus uji hidup untuk pelempar granat dan nyala api. Tahanan disuntik dengan inokulasi penyakit, dengan disamarkan sebagai program vaksinasi, untuk mempelajari efek mereka. Untuk mempelajari efek penyakit kelamin yang tidak ada obat, tawanan laki-laki dan perempuan sengaja diinfeksi dengan sifilis dan gonore melalui perkosaan, lalu dipelajari. Setelah diberikan kekebalan oleh Otoritas Pendudukan Amerika pada akhir perang, Ishii menghabiskan waktunya dalam penjara untuk kejahatannya dan meninggal pada usia 67 akibat kanker kerongkongan. 



sumber

Mengapa Orang Jepang Tidak Mahir Berbahasa Inggris?

Mungkin kebanyakan orang sudah mengetahui bahwa sebagian besar orang Jepang tidak begitu mahir untuk berbicara dalam berbahasa Inggris, meskipun sebagian besar dari mereka pernah mengecap pendidikan bahasa Inggris selama enam tahun. Enam tahun? Betul! Bisa Anda bayangkan sendiri bahwa setiap siswa SMA di Jepang, jika mereka diberi kosa kata bahasa Inggris, mereka akan dengan mudah melawatinya. Tapi mengapa mereka tidak begitu mahir untuk berbicara dalam bahasa Inggris?

Pada artikel ini akan akan diulas mengenai beberapa alasan mengapa orang Jepang tidak mahir berbahasa Inggris. 

Alasan Akademis Mengapa Orang Jepang Tidak  Mahir Berbahasa Inggris


1. Tidak adanya dukungan yang memadai untuk belajar.

Ini bukanlah mengisyaratkan bahwa metode penerjemahan tata bahasanya yang tidak bekerja, melainkan tidak adanya dukungan yang memadai ke arah tersebut. Di Jepang siswa sekolah hanya mendapatkan pelajaran seminggu sekali dengan waktu kurang dari satu jam, itu pun jika mereka beruntung. Pelajaran yang dimaksud adalah pelajaran mengenai tata bahasa dan kosa kata bahasa Inggris. Siswa-siswa disana sebenarnya punya pemahaman banyak akan kata-kata dan sedikit pengetahuan mengenai tata bahasa bahasa Inggris, namun mereka tidak memiliki contoh bagaimana menggunakan hal-hal tersebut dalam tindakan keseharian mereka. Selain itu juga tidak adanya program membaca, tidak adanya peluang untuk percakapan atau presentasi serta tidak adanya jadwal untuk menyaksikan pertunjukan atau tayangan berbahasa Inggris. Di Jepang, hampir semua film-film asing yang ditayangkan di televisi sudah di alih bahasakan ke bahasa Jepang.

2. Kelas yang sangat terkontrol

Sedemikian ketatnya kontrol yang dilakukan dalam sebuah ruangan kelas, menjadikan sebuah ruangan kelas layaknya sebuah penjara mini bagi para siswa. Mereka menutup segala hal yang berbau asing. Sebuah kondisi untuk menciptakan situasi kelas di mana bila seorang guru berbicara, maka semua siswa harus menyimak dengan tenang. Sebenarnya, situasi yang demikian ini juga berlaku bagi sekolah-sekolah di seluruh dunia, namun lain hal dengan situasi kelas di Jepang, dimana semua siswa-siswa dituntut untuk senantiasa tertib dalam menyimak hanya kepada semua yang diajarkan oleh guru mereka.

3. Tidak adanya kesempatan untuk latihan

Meskipun sekolah-sekolah di Jepang semua siswanya belajar bahasa Inggris, namun mereka sama sekali tidak bisa menerapkan pengetahuan mereka tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa untuk dapat berbicara bahasa asing membutuhkan keterampilan dan latihan yang tekun, bukan hanya informasi. Ada perbedaan besar antara mengetahui apa yang harus dilakukan dan benar-benar mampu melakukannya. Jadi, siswa-siswa sekolah di Jepang tidak memiliki banyak kesempatan untuk melatih kemampuan mereka berbahasa Inggris.

Alasan Budaya Mengapa Orang Jepang tidak bisa Berbahasa Inggris


1. Diam merupakan respon dapat diterima di Jepang

Orang-orang disana diizinkan berlalu begitu saja tanpa perlu berbicara. Bahkan, mereka dianjurkan untuk tidak berbicara. Jepang memupuk sebuah masyarakat yang tertutup rapat. Tak seorang pun menginginkan Anda untuk melakukan sesuatu yang tidak semestinya, seperti mengatakan apa yang ada di pikiran Anda. Sejak kecil, mereka ditanamkan untuk tidak terlalu menonjolkan ucapan saja. Bagi mereka lebih baik diam ketimbang berbicara tanpa ada realisasi dari yang dibicarakannya tersebut.

2. Orang Jepang pada umumnya tidak mengerti bahwa bahasa Inggris sebuah pilihan, tapi merupakan sesuatu yang penting

Mayoritas orang-orang di Jepang melihat segala hal hanya dengan huruf, kalimat dan ucapan-ucapan dalam bahasa Jepang saja. Hal ini dikarenakan oleh sebab segala hal yang berbau asing di Jepang telah dialihkan ke bahasa mereka yaitu bahasa Jepang. Sehingga sebagian besar dari mereka lebih menganggap bahasa merekalah yang harus dikuasai, meski mereka sadar bahwa bahasa asing seperti bahasa Inggris merupakan bahasa yang penting.
 

Unik, Rumah Gelandangan di Jepang Pakai Tenaga Surya

Gelandangan di Jepang, walau dengan ekonomis sulit dan menderita, masih bisa kreatif. Apa buktinya?

Tahun 2004 silam terbit sebuah buku Rumah Nol Yen. Sesuai judul, buku ini membahas rumah-rumah yang dibangun dengan biaya seminim mungkin oleh para gelandangan di Tokyo, Osaka, dan Nagoya. Buku ini ditulis oleh Kyohei Sakaguchi, seorang arsitek Jepang.
 
mnn.com
Bagaimana dan apa yang menggerakkan Sakaguchi menulis buku tersebut? Pada tahun 2000, arsitek Kyohei Sakaguchi berjalan melintasi kampung gelandangan di pinggiran sungai Tokyo, Jepang. Saat mengamati rumah-rumah di daerah kumuh tersebut, Sakaguchi tertarik dengan sebuah rumah yang unik. Ya, rumah tersebut dilengkapi panel tenaga surya.

Setelah menyelidiki, ternyata gelandangan yang tinggal di dalam rumah mini ini pernah bekerja untuk perusahaan kamera. Dia telah mengenal cara kerja elektronika. Dengan membuat panel tenaga surya, maka listrik yang dihasilkan bisa menyalakan TV dan radio sebagai penghibur dalam rumah.

Rumah ini memang kecil. Tapi, dibuat dengan baik oleh orang yang masuk kategori "tunawisma". Interior rumah mini ini dibuat dari kayu. Atapnya dibuat dari kardus. Dia menutupi sisi rumah dengan lapisan vinil biru yang lebar. Barang-barang persediaannya diletakkan di bawah lantai.

Rumah ini tidak terhubung dengan jalan. Dia hanya menaruhnya di jalan.

"Dia mengatakan kepada saya bahwa rumah ini pernah bisa mengapung di atas air. Rumah ini juga dapat menjadi kapal!" ujar Sakaguchi kepada Neatorama.

Wah, kreatif juga ya gelandangan di Tokyo ini :-)

Pandangan Orang Jepang Mengenai Budaya Orang Indonesia

Prof Nagano, staf pengajar Nihon University memberikan kuliah intensive course dalam bidang Asian Agriculturedi IDEC Hiroshima University.

Beliau sering menjadi konsultan pertanian di negara-negara Asia termasuk Indonesia. Ada beberapa hal yang menggelitik yang beliau utarakan sewaktu membahas tentang Indonesia:


1.Orang Indonesia suka rapat dan membentuk panitia macam-macam.


Setiap ada kegiatan selalu di rapatkan dulu, tentunya dengan konsumsinya sekalian. Setelah rapat perlu dibentuk panitia kemudian diskusi berulang kali,saling kritik, dan merasa idenya yang paling benar dan akhirnya pelaksanaan tertunda-tunda padahal tujuannya program tersebut sebetulnya baik.

2. Budaya Jam Karet

Selain dari beliau, saya sudah beberapa kali bertemu dengan orang asing yang pernah ke Indonesia. Ketika saya tanya kebudayaan apa yang menurut anda terkenal dari Indonesia dengan spontan mereka jawab :
Jam Karet! Saya tertawa tapi sebetulnya malu dalam hati.Sudah sebegitu parahkah disiplin kita?


3. Kalau bisa dikerjakan besok kenapa tidak (?)

Kalau orang lain berprinsip kalau bisa dikerjakansekarang kenapa ditunda besok? Saya pernah malu juga oleh tudingan Sensei saya sendiri tentang orang Indonesia. Beliau mengatakan, Orang Indonesia mempunyai budaya menunda-nunda pekerjaan.

4. Umumnya tidak mau turun ke Lapangan


Beliau mencontohkan ketika dia mau memberikan pelatihan kepada para petani, pendampingnya dari direktorat pertanian datang dengan safari lengkap padahal beliau sudah datang dengan work wear beserta sepatu boot.
Pejabat tersebut hanya memberikan petunjuk tanpa bisa turun ke lapang, kenapa? Karena mereka datangnya pakai safari dan ada yang berdasi. Begitulah beliau menggambarkan orang Indonesia yang hebat sekali dalam bicara dan memberikan instruksi tapi jarang yang mau turun langsung ke lapangan.


Saya hanya ingin mengingatkan bahwa kita sudah terlalu sering dinina- bobokan oleh istilah indonesia kaya,masyarakatnya suka gotong royong, ada pancasila,agamanya kuat, dan lain-lain.Dan itu hanyalah istilah,
kenyataannya bisa kita lihat sendiri.

Ternyata negarakita hancur-hancuran, bahkan susah untuk recovery lagi, mana sifat gotong royong yang membuat negara seperti Korea, bisa bangkit kembali. Kita selalu senang dengan istilah tanpa action. Kita terlalu banyak diskusi,saling lontar ide, kritik, akhirnya waktu terbuang percuma tanpa action. Karena belum apa-apa sudah ramai duluan.

Kapan kita akan sadar dan intropeksi akan kekurangan-kekurangan kita dan tidak selalu menjelek-jelekkan orang lain? Selama itu belum terjawab kita akan terus seperti ini, menjadi negara yang katanya sudah mencapai titik minimal untuk disebut negara beradab dan tetap terbelakang disegala bidang. Mudah-mudahan pernyataan beliau menjadi peringatan bagi kita semua, terutama saya pribadi agar bisa lebih banyak belajar dan mampu merubah diri untuk menjadi yang lebih baik.



sumber

3 Hal yang Terlewat Mahal di Jepang


Kita tahu bahwa Jepang memang terkenal sebagai negara dengan biaya hidup yang tinggi. Tapi tampaknya beberapa hal sengaja dijual kelewat mahal disana. Berikut adalah 3 hal yang dianggap terlalu mahal oleh para turis asing yang sedang berkunjung ke Jepang…


1. Makan di Restoran




Meskipun ada banyak restoran menawarkan harga yang wajar karena krisis ekonomi, banyak turis mengatakan bahwa makan di restoran Jepang kelewat mahal. Keluhan utamanya adalah bahwa porsi yang dihidangkan terlalu kecil, sehingga harga totalnya akan lebih mahal bagi mereka yang biasa makan banyak.


2. Buah Melon
Disini, buah melon (dari kota Yubari) pernah terjual dengan harga 2,5 juta yen atau sekitar Rp. 250 juta. Hampir semua turis asing terkejut bukan main ketika melihat sepasang buah melon yang dijual dengan harga antara 10.000 sampai 30.000 yen.
Ternyata orang Jepang menganggap bahwa buah melon adalah buah eksklusif yang sangat cocok untuk diberikan sebagai hadiah kepada atasan, klien besar atau orang tua.

3. Tiket Bioskop
Mau nonton film di Jepang? Sebagai turis, sebaiknya gak usah. Harga rata-rata tiket bioskop di Amerika Serikat adalah $7,95 (sekitar Rp. 70.000). Di Indonesia, tiket bioskop dijual antara Rp. 35.000 sampai Rp. 50.000. Di Jepang, kita harus membayar minimal 1.800 yen atau sekitar Rp. 180.000 untuk sekali nonton.
Yup, itu adalah 3 hal yang menurut para turis kelewat mahal di Jepang. Sebenarnya ada banyak harga barang di Jepang yang dijual kelewat mahal, tapi karena mereka jalan-jalan sebentar, hanya itu yang mereka ingat dengan jelas. Apalagi yang melon itu.

20 Kebiasaan Jepang yang Aneh bagi Orang Indonesia

Di dunia ini terdiri dari berbagai macam negara, dan setiap negara memiliki budaya, negara satu dengan yang lainnya memiliki budaya yang berbeda-beda. begitu pula dengan negara jepang dengan negara indonesia yang warganya memiliki kebiasaan yang berbeda. ada kebiasaan orang indonesia yang dianggap ane bagi orang jepang dan begitu sebaliknya. namun postingan kali ini membahas tentang 20 Kebiasaan Jepang yang Aneh bagi Orang Indonesia :

Flag-Pins-Japan-Indonesia


Berikut adalah 20 Kebiasaan Jepang yang Aneh bagi Orang Indonesia :


>1. Kalau naik mobil berdua, si penumpang akan cenderung duduk di
bangku belakang, bahkan walaupun status mereka berdua setara. Di
Indonesia, kalau naik mobil berdua, selama status kedua orang tersebut relatif setara, maka penumpang akan duduk di depan bersama supir (Dipo S - 13/01/09)


Di Jepang, jika penumpang satu orang saja (kecuali pengendara),
orang yang duduk di depan adalah orang akrap dengan pengendara saja.
Misalnya temannya akrap, pacarnya, isterinya (atau suaminya) dan keluarganya.
Kalau tidak begitu akrap, enggang duduk di depan walaupun setara.


> 2. Cara menyatakan rasa nyaman terhadap makanan yang dihidangkan
oleh penjamu adalah dengan megeluarkan bunyi:sendawa (bahasa Jawa:
Gelegeken, bahasa Sunda Ateb), suara berasal dari desakan di dalam dada dan keluar melalui tenggorokan sambil mulut terbuka atau tertutup. Bagi kita itu kurang etis dan tidak menyenangkan, tetapi bunyi itu amat ditunggu oleh penjamuya, pertanda si tamu merasa enak dan nyaman, yang dtunjukkan dengan cara demikian. 
(Anwari Doel Arnowo-13 jan. 2009)


Sama sekali tidak benar. Ini bukan kebiasaan Jepang. Tentu saja di Jepang sandawa tidak etis. Anda dapat dari mana informasi yang sangat salah seperti ini ?


> 3. Jika telah memberikan sesuatu (entah itu berupa jasa atau pun
barang) ia kan mengharapkan ucapan 'terima kasih' tidak cukup hanya sekali, tetapi beberapa kali, bahkan ketika keesokan harinya atau beberapa hari kemudian saling berjumpa kembali, ia akan mengharapkan si penerima jasa/barang akan kembali mengungkit kebaikan tersebut dan mengucapkan lagi ucapan terima kasih dan menyatakan betapa sangat berharganya jasa/barang tersebut. (Diana Nugroho - 14/01/09)


Hal ini tergantung orang dan situasi.


> 4. Ia akan juga membungkuk sopan berkali-kali ketika berbicara di
telepon terutama dengan seseorang yang lebih senior/tinggi kedudukannya seolah-olah ia tengah berbicara langsung berhadapan dengan lawan bicara. 
(Diana Nugroho - 14/01/09)


Ya, ya, saya sendiri merasa aneh. Tetapi tanpa sengaja membungkuk jika menyebut "arigatou gozaimasu".
Ini sudah disebut jouken hansha (Conditioned Response, apa namanya dlm bhs Indonesia ?)


> 5. Ia akan meregangkan tubuh (terutama para lelaki) di kantor /di
saat senggang dan meregangkan kaki, menyatukan jemari seolah-olah tengah memegang stik golf dan mengayunkan tubuh seolah sedang memukul bola golf.
Bila ia pemain baseball ia akan menggerakkan tubuhnya seolah-olah tengah mengangkat kaki dan mengayunkan tangan melemparkan bola dengan jemarinya.
(Diana Nugroho - 14/01/09)


Ini juga tergantung orang. Tetapi meregangkan tubuh siapapun melakukan, terutama lelaki.
Para wanita meregangkan tubuh di kamar kecil. 
Orang Indonesia tidak meregangkan tubuh ?


> 6. mendorong kepala seseorang dengan tangan sepertinya dianggap
biasa oleh mereka, yang bagi kita adalah perbuatan kurang ajar / kurang sopan.
coba perhatikan acara2 terutama acara komedi di tv jepang. 
(Susy Nataliwati - 14/01/09)


Tentu saja mendorong kepala orang di Jepang juga dianggap tidak sopan.
Tetapi mengusap kepala anak tidak dianggap tidak sopan. Biasa-biasa saja.


> 7. kebiasaan curhat kalau mabuk sepertinya dimaklumi oleh org
jpg. profesor bisa bersikap atau bercerita apa aja kalau lagi mabuk
bahkan di depan mahasiswa2nya. bahkan bisa2 ketiduran di stasiun. 
(Susy Nataliwati - 14/01/09)


Tentu saja alkohol berkhasiat menjadi relaks otak dan saraf. 
Wajar saja jika mabuk menjadi curhat. Kami menjadi akrap sambil minum.


> 8. semua orang baca komik (manga) baik tua muda laki perempuan... 
......kalau kita kan komik untuk konsumsi anak2.
(Susy Nataliwati - 14/01/09)


Memang di Indonesia komik adalah konsumsi untuk anak-anak.
Akan tetapi di Jepang lain. Komik Jepang sudah sampai kedewasaan.
Ada komik untuk dewasa. Saya sendiri sudah usia 52 tahun, saya suka membaca komik.
Tentang hal itu silakan membaca tulisan saya
"Kedalaman Dunia Manga Jepang"


> 9. kebiasaan tidak mandi pagi (paling mandi koboi)...berbeda dgn
kita yang hidup di negeri tropis.(Susy Nataliwati - 14/01/09)


Ini juga tergantung orang. 
Para wanita muda suka pakai shower pada pagi (sebelum pergi ke kantor/sekolah).


> 10. menyimpan sampah dapur di kulkas kalau belum waktunya buang
sampah dapur ( lain hari lain sampah yg dibuang)
 (Susy Nataliwati - 14/01/09)


Tidak mungkin. Kalau ada orang seperti itu, sangat sedikit.

> 11. menyapa setiap berpapasan walaupun tidak kenal
(ohayo..konnichiwa. .)  (Fasty Yanti - 14/01/09)


Biasanya kalau tidak kenal, tidak menyapa.


> 12. kalau sedang berfikir dan kita tungguin dihadapannya selalu
bersuara ssssttt,,ssssttt. . (seperti saat kita makan kepedesan)
 (Fasty Yanti - 14/01/09)


Tergantung orang.


>13. Kalau makan ramen, walaupun masih panas, ramennya harus dimakan cepat-cepat, kalau dingin nanti gak enak lagi, katanya, terus makan mienya harus disedot dan harus berbunyi, "shhhhp", begitu juga waktu menghirup kuahnya, harus berbunyi, ini sebagai ungkapan rasa enak.
(M.Surya 14/01/09)


Memang kami berbunyi jika makan mie (ramen, soba dan udon dll.).
Tetapi ini cara makan mie, bukan ungkapan rasa enak.
Jika menghirup kuahnya, kalau berbunyi tidak etis.


>14. Walau dimusim panas, tetap kalau malam berendam di ofuro yang
panasnya bisa sampai 40 derajat lebih.(M.Surya 14/01/09)


Karena terasa enak.
Berendam dalam air panas berkhasiat mnghilangkan stres dan kecapaian.
Kalau berendam dalam air dingin, terasa tidak enak. 


>15. Walau sesama anggota keluarga, tetap mengucapkan salam, ohayou,
oyasuminasai(M.Surya 14/01/09)


Tergantun orang.


>16. Ketika menjelang malam di sana terutama di stasiun keretanya
banyak pria yang muntah-muntah ada yang di bantalan sepur, bahkan
di ujung-ujung stasiun, saya tahu pasti dia mabok berat dan ini sangat
mengganggu pemandangan bahkan ada yang tiduran saja di jalanan!
waktu itu saya hanya naik JR yamanote tidak tahu yang subway
bagaimana.
(danny_y0307 - 15/01/09)


Ya....betul. Sangat sebal. Mengapa mereka minum banyak sampai begitu ?
Menurut pengalaman saya, kalau kondisi kesehatan tidak baik mudah
mabuk berat. Biasanya tidak apa-apa, tetapi jika kondisi badannya 
tidak baik walaupun minum sedikit samapi mabuk berat 
sehingga tanpa sengaja muntah.
Akan tetapi mungkin Korea dan Tiongkok juga sama dengan Jepang.
Mungkin tidak terbatas pada Jepang.


>17. ketika saya perhatikan cara menghitung uang kembalian dari kasir
orang jepang memiliki cara yang khas, kalau saya tidak lupa, seperti
dilipat dulu ditangan mereka dan dihitung ulang di depan saya
(danny_y0307 - 15/01/09)


Ini cara periksa uang kembalian agar tidak terjadi kesalahan.


>18. orang Jepang setelah selesai kerja atau sekolah, saya lihat kok
seperti tidak ada keinginan pulang, mereka kebanyakan nongkrong di
cafe, shooping, karoke , dll katanya sih kalau pulang mereka bosan.
(danny_y0307 - 15/01/09)


Tidak terbatas pada orang Jepang. 
Tidak ada orang Indonesia yang tidak mau pulang dan nongkrong di warung ?


>19. orang Jepang sangat suka sekali pergi ke taman hiburan terutama
Disney sehingga Disney di Jepang katanya yang paling untung dari
semua Disney dan mereka datang hanya untuk foto2 menyaksikan
parade yang tiap season berubah, membeli merchandise baru.
(danny_y0307 - 15/01/09)


Tergantung orang, ada yang suka, ada yang tidak suka.
Memang Disney Land di Tokyo paling untung dari semua Disney Land.
Karena Disney Land Tokyo dekat dari Tokyo yang kota populasinya besar, dan orang Jepang suka membeli omiyage (oleh-oleh).
Saya sendiri lebih suka menonton film dan kunjungi kebun binatang.


>20. HP orang Jepang mungkin hampir semuanya, pasti diberi aksesori
yang kawaii2 bahkan HP para pria sekalipun mereka tidak malu
memakainya!
(danny_y0307 - 15/01/09)
Ya, betul. Para wanita muda maupun tua hampir semua menghiasi HPnya, tidak sedikit para pria tua juga memakai aksesori yang simpel.

sumber 

10 Rahasia Sukses Orang Jepang

[imagetag] 
Apa sajakah sikap-sikap orang Jepang yang bisa kita contoh biar bisa sukses kayak bangsa mereka ?? Nah kali Ini unik aneh akan memberikan tips-tips nya
Berikut adalah 10 rahasia Sukses orang Jepang :

1. Kerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan "agak memalukan" di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk "yang tidak dibutuhkan" oleh perusahaan.

2. Malu

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena "mengundurkan diri" bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Pantang Menyerah


Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal darinegara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

7. Budaya Baca

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa "1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok" . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan "rin-gi" adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam "rin-gi".

9. Mandiri

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka "meminjam" uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata "tidak" untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena "hai" belum tentu "ya" bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Makan Siang Kreatif Ala Orang Jepang

Para ibu di Jepang saat ini makin kompetitif dalah hal kuliner, dan hal ini dapat dilihat melalui kotak makan siang anak-anak mereka.
Kyaraben (karakter di kotak makan siang) adalah nama yang diberikan untuk seni membuat bekal makan siang yang ekstrim. Dimana, bola nasi, sushi, salad dan buah dibentuk menjadi karakter kartun seperti Hello Kitty atau SpongeBob Square Pants, atau berbagai jenis hewan.





sumber

Inilah Warung Angkringan Di Jepang

Yatai yang dalam bahasa jepang berarti stand, booth, warung kaki lima, atau bisa di sebut juga warung angkringan dalam bahasa jawa (sego kucing / HIK –> HIdangan Istimewa Kampung). yang setelah di amati, ternyata banyak kesamaan antara Yatai jepang dan warung Angkringan di sini
Inilah Warung Angkringan Di Jepang
Yatai adalah warung makan yang biasanya beraktifitas di musim semi di pinggir2 jalan, dan biasanya berjualan pada sore hari dan tutup pada malam hari atau bahkan biasanya ada yang sampai subuh.Yatai ini bisa ditemukan hampir di semua daerah di Jepang, namun Prefektur Fukuoka (pulau Kyushu) menjadi tempat yang paling terkenal akan Yatai ini. Ada lebih dari 150 Yatai di seluruh kota, dengan konsentrasi tertinggi di kabupaten Nakagawa dan Tenjin terletak di pusat,umumnya di dekat eki (stasiun subway)

Makanan yang mereka jual biasanya makanan tradisional Jepang, bir dan sake. makanan yang biasa mereka sajikan adalah Yakitori, Sushi, Yakiniku, Agemono, Oden dan Hakata Ramen yang merupakan makanan kebanggaan bagi masyarakat di Fukuoka. Ada juga yang hanya buka saat matsuri (festival), Kita juga bisa nemuin yatai mura (kampung yatai)

Makan di Yatai ini menjadi sebuah alternatif yang bagus daripada makan di restoran apabila memperbandingkan harga, karena makan di yatai ini relatif lebih murah dibandingkan dengan makan di restoran
Inilah Warung Angkringan Di Jepang
Yatai menawarkan suasana yang sangat berbeda bila makan di restoran, bersifat lebih santai dan membaur sesama konsumen lainnya yang penat sehabis bekerja seharian

Bagaimana dengan tingkat kebersihan makanan nya?..jangan khawatir,karena yatai ini sudah mendapat izin mengenai kebersihannya dari pemerintah kota setempat


sumber

Perbedaan Girlband Korea dan Jepang

APA SIH YANG MEMBUAT GIRLBAND KOREA JAUH LEBIH TERKENAL DARI JEPANG???
kita mulai dari Fashion nya!!!

KOREA:
girl band Korea cenderung bergaya barat dengan sentuhan berbagai style fashion yang ada, bahkan termasuk harajuku yang dikombinasikan dengan model lain sehingga tampak lebih elegan dan modern. mereka juga berani mencampurkan berbagai warna yang membuat lebih eye catch. Style rambut mereka juga beraneka ragam. Tak takut untuk berekspresi pada rambut.
Saat Konser, mereka bisa tampil dengan berbagai kostum yang menarik. Karena mereka membawa berbagai style dari berbagai negara, membuat penampilan mereka lebih mudah dinikmati oleh segala kalangan.





JEPANG:
Girlband Jepang lebih menonjolkan style harajuku mereka. meski ada sentuhan barat, tapi tidak akan mendominasi penampilan mereka. Mereka tampil jauh lebih sederhana, dan tak jarang mereka memadukan pakaian dengan baju adat mereka kimono versi modren. Style rambut juga layaknya orang jepang. Kalau ga lurus yah gelombang, saat konser pun hanya memberikan style rambut yang biasa. Girlband Jepang benar-benar sangat identik dengan budaya Jepangnya… jadi bagi yang ga suka dengan budaya-budaya jepang agak sulit menyukai mereka.

 



Genre Musik!
KOREA: Korea memiliki genre musik yang beragam. K-pop itu awalnya berasal dari jenis-jenis musik dari luar, lebih ngebeat, dan lebih enerjik. Banyak girlband2 korea yang memiliki komposer dari luar negeri, atau mereka membeli lagu luar dan kemudian dirombak menjadi bernuansa Kpop. Jadi lebih easy going buat didengar..makanya girlband korea khususnya kpop jauh lebih cepat menyebar ke seluruh dunia.




JEPANG: Jpop… yah semua orang kenal dengan istilah ini. Aliran Jpop memang cenderungnya lebih ke rock atau pop rock. jadi emang jarang gilrband Jepang punya lagu yang agak mellow-mellow gitu… lagu mereka cenderung ceria….lalu musik mereka juga juga khas banget dengan budaya Jepang… Sekali dengar, kalian bakal ngerti kalo ini adalah lagu jepang. Dari alat musik yang digunakan juga khas banget degh Jepangnya…Ya seperti yang Ai bilang sebelumnya… Bagi yang ga suka jepang atau ga mengenal Jepang dengan budaya-budayanya, agak sulit suka dengan lagu-lagu mereka… karena genrenya amat sangat berbeda.





Image yang dibangun.
KOREA: Imej yang dibangun oleh cewek-cewek korea itu adalah kecantikan mereka dengan kulit putih dan body seksi. Makanya cewek-cewek korea itu rela berbuat apapun buat menyempurnakan wajahnya agar terlihat lebih sempurna. yah termasuk Operasi plastik… sekarang Siapa yang ga doyan wanita cantik… yup makanya girlband korea bisa langsung terkenal…sekali lihat hehehe..
cewek korea itu biar masih kecil banget umurnya keliatannya dewasa bangeeet… jadi yah bikin cowok kelepek2 laah~~





JEPANG: dibandingkan cewek-cewek Korea, cewek Jepang jauh lebih buntet… alias pendek dan agak gemuk. Mereka nggak terlalu mengutamakan penampilan. mereka cenderung tampil apa adanya, dengan kelebihan dan kekurangan alami yang mereka miliki. Jadi kecantikan orang-orang Jepang itu bisa dibilang lebih asli degh. imej yang dibangun tak jauh-jauh dari budaya Jepang.. mereka lebih merujuk ke karakter Manga atau komik-komik Jepang. Kita bisa lihat dengan jelas umur mereka.. walau kadang2 kalian bisa menemukan wajah yang super imut jadi ga ketahuan klo dia udah tua.. hehe





Video Musik
KOREA: Video musik girlband korea dikemas sama persis dengan genre musik yang mereka bawakan. Lebih menampilkan eleganisme dan kemewahan. jadi video musik mereka ga pernah main-main degh…. kalau ada model pria, mereka tak tanggung-tanggung memilih model pria tampan untuk membuat video mereka makin disukai.






JEPANG: Video musik mereka lebih cenderung penuh dengan fantasi dan imajinasi. Meski ada beberapa video yang menggunakan model pria, tapi kebanyakan girl band Jepang tidak menggunakan model siapapun. mereka memilih mendandani anggota mereka dengan gaya pria (tomboi) untuk menggantikan posisi pria tersebut.





Penampilan Live
KOREA: Karena girlband Korea itu lebih mengutamakan penampilan, jadi mereka tidak terlalu fokus pada suara mereka. Tak jarang mereka lipsing, atau dobel sing (recorded + live) alias suara lagu dan mic sama-sama hidup (biasanya digunakan saat melakukan lagu dengan dance). Saat konser, mereka menyanyikan lagu-lagu mereka tidak secara non stop tapi ada jeda untuk beristirahat, untuk menjaga stamina mereka. Tapi bukan berarti mereka cuma modal tampang loh~, suara mereka bagus dan berbakat juga, bisa dibuktikan saat bernyanyi lagu slow. ini tidak mutlak!





JEPANG: Ini yang bikin Ai suka sama Girlband Jepang. Stamina mereka lebih kuat. Mereka bisa menyanyi tanpa lipsing secara nonstop dari awal hingga akhir konser. Jadi kita bisa tau keunikan suara mereka, dan bagai mana mereka mengatasi kelelahan mereka saat konser. yaah meskipun ada beberapa Gb yang lipsing/dobel sing, tapi itu sangat jarang terjadi. ini juga tidak mutlak!





Pangsa Pasar
KOREA:
karena Hallyu-nya, pangsa pasar Korea jauh lebih luar dari Jepang. Mereka sudah merambah hampir keseluruh penjuru dunia. Tidak hanya Asia. Bahkan mereka merambah pasar Jepang dengan terang-terangan. Karena Jepang adalah senior mereka soal masalah musik..

JEPANG:
Tanpa dijual susah-susah, JPOP udah dikenal dimana2. Cuma gilrband-gilband mereka tidak mencoba pasar yang lebih luas. mereka hanya mengandalkan nama JEPANG. itu sudah cukup membuat mereka terkenal diseluruh penjuru dunia. Sekarang siapa yang ga tahu kehebatan Jepang?? hahaha
mereka tidak mengadakan tur konser seluruh dunia yang dilakukan orang2 Korea. paling banter tuh ASIA, dan yang paling sering dilakukan yaaaah tur JEPANG. tapi bukan berarti ga ada yang terkenal sampe barat loh~~ gitu-gitu nama mereka juga dikenal sampe luar negeri. Itulah hebatnya JEPANG.
makanya Gb korea pengen merambah pasar Jepang yang luar biasa hebatnya itu. Sampe ada anti hallyu karena orang jepang menganggap penyebaran hallyu udah keterlaluan disana hehhehe…





DARI SEMUA ITU….
kalian bisa tarik kesimpulan sendiri… bagaimana kedua girlband tersebut.
hayoo pilih mana.. Korea atau Jepang???
 
 

Mengapa Anda Perlu Belajar Bahasa Jepang?

Pernahkah Anda mempertimbangkan untuk belajar bahasa Jepang? Atau mungkin saat ini Anda sudah memutuskan untuk belajar bahasa tersebut, namun Anda masih belum yakin akan manfaat yang dapat Anda diperoleh dari belajar bahasa Jepang. Pada artikel berikut ini kita akan ulas beberapa alasan mengapa setiap orang perlu belajar bahasa Jepang yang mungkin bisa membantu Anda dalam memahami manfaat-manfaat yang bisa Anda peroleh.

1.  Jepang memiliki perekonomian terbesar ke-2 di dunia.

Jepang adalah negara makmur dan memiliki perekonomian yang paling beragam di Asia. Dengan PDB (Pendapatan Domestik Brutto) sebesar $ 4,9 triliun pada tahun 2005, ekonomi Jepang menjadi yang ke-2 setelah AS. Perusahaan-perusahaan terkemuka Jepang, seperti yang paling umum terdengar ditelinga kita, yaitu Sony, Toshiba, Sanyo, Casio, Canon, Minolta, Honda, Toyota, Mitsubishi dan banyak lagi lainnya telah melebarkan usahanya ke pasar dunia dalam berbagai sektor.

Jika Anda yang pada saat ini tengah menjalankan bisnis baik dalam bidang teknik, manufaktur, penelitian, ekonomi atau politik, maka kemungkinan Anda akan menghadapi persaingan yang ketat dari perusahaan-perusahaan tersebut, atau bisa jadi Anda akan bekerja untuk perusahaan-perusahaan Jepang tersebut.

2.  Memahami Jepang yang membawa peluang bisnis.

Konsumen Jepang menghabiskan 100 miliar dolar setiap tahun untuk barang-barang dan jasa seperti makanan, pakaian, perjalanan dan hiburan. Sebuah rumah tangga biasa di sana memiliki lebih dari $ 100.000 di tabungannya dengan pengeluaran bulanan mencapai $ 3.800. Dari statistik pengeluaran orang-orang di Jepang. tidak mengherankan bahwa Amerika Serikat mengekspor lebih banyak barang dan jasa ke Jepang daripada negara lainnya. Pada tahun 2004, ekspor ke Jepang menyumbang sebesar $ 54 miliar dari PDB AS. Selain ekspor, ribuan perusahaan-perusahaan AS telah memiliki cabangnya di Jepang. Pada tahun 2004 saja, bisnis di Amerika Serikat menghabiskan $ 78 miliar yang di investasi langsung di Jepang.

Kemampuan berkomunikasi dengan pelanggan potensial dalam bahasa mereka sendiri adalah kunci terbaik untuk memenangkan bisnis mereka. Selain itu, ketika Anda belajar bahasa Jepang, Anda menjadi tidak hanya mahir dalam bahasa saja, melainkan juga akan memperoleh wawasan akan budayanya. Dengan memahami etika kerja Jepang, etiket bisnis mereka akan dapat menghindari kita dari dugaan-dugaan yang dapat menghancurkan kesepakatan bisnis penting Anda.

3.  Jepang adalah pintu gerbang ke bahasa dan budaya Asia lainnya.

Sepanjang sejarahnya, Jepang telah dibentuk oleh pengaruh peradaban besar Asia, yaitu India, Cina, dan Korea. Berbeda halnya dengan budaya dari negara-negara Asia lainnya, budaya-budaya Asia akan bersama-sama berbagi banyak kesamaan yang membedakan mereka dengan dari cara-cara hidup dan norma-norma yang berlaku di Barat. Jadi dengan belajar mengenai Jepang dapat membuka perspektif Anda pada nilai-nilai yang dari negara-negara Asia yang berbagi dengan Jepang, termasuk keyakinan agama, etika dan estetika. Sebuah keakraban dengan budaya Asia juga memungkinkan Anda untuk melangkah di luar budaya  

4.  Pengguna Internet Jepang adalah kelompok bahasa terbesar ke-3 di Internet.

Orang Jepang membentuk komunitas bahasa ketiga terbesar di Internet setelah Inggris dan Cina. Diperkirakan hampir 88 juta orang Jepang, atau 9,6% dari populasi online dunia, selalu yang terhubung ke Internet. Memahami segala hal tentang Jepang akan dapat menghubungkan Anda kepada orang-orang tersebut dalam sekejap. Biasa jadi mereka mungkin hanyalah teman atau kenalan, rekan bisnis, atau bahkan pasar yang Anda harapkan untuk menjadi target di masa yang akan datang.
5.  Orang Jepang adalah inovator terbaik.

Mengingat bahwa Jepang secara geografis merupakan bangsa yang terisolasi pulau-pulau yang padat penduduknya dan sangat miskin akan sumber daya alamnya, namun disisi lain memiliki kekuatan ekonomi yang hebat membuat Jepang nampak begitu mengesankan. Orang Jepang hanya mengandalkan kreativitas mereka dan pengetahuan ilmiah mereka untuk dapat mencapai kesuksesan, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga dalam ekologi dan cara berorientasi yang efisien. Orang Jepang dikenal sebagai pemimpin teknologi tinggi di bidang-bidang seperti media optik, manufaktur semikonduktor, industri, robot dan proses fermentasi. Keunggulan mereka dalam berinovasi telah menjadikan Jepang sebagai yang terdepan dalam pengajuan hak paten untuk 420.000 aplikasi per tahun.

6.  Ekspor budaya Jepang yang semakin meledak.


Mulai dari anime hingga ke bar-bar sushi, dari karaoke hingga ke manga, dari bonsai hingga ke origami, semua budaya Jepang sudah menjadi bagian dari budaya internasional. Sebuah pengetahuan tentang bahasa akan memberi Anda akses langsung ke film-film Jepang, animasi-animasi Jepang dan buku komik, dan akan memberikan wawasan tentang terminologi khusus yang digunakan dalam seni bela diri favorit Anda, serta membantu Anda memahami dasar budaya lebih lanjut. Sehingga pada gilirannya Anda akan mampu untuk memesan sashimi sendiri di restoran-restoran di Jepang favorit Anda seperti halnya penduduk asli sana!

7.  Pemahaman akan Jepang akan membedakan Anda dari yang lain.


Sebagian besar orang yang belajar bahasa asing saat ini memilih bahasa-bahasa Eropa seperti Spanyol, Perancis, Jerman atau Italia. Dengan memilih bahasa yang lebih jarang dipelajari akan memunculkan kesan bahwa kemampuan Anda berbeda dengan yang lain! Berminatkah Anda untuk tampil beda?

8.  Orang Jepang adalah wisatawan internasional.


Dengan semua uang yang sekali pakai di saku mereka, sekitar 16,8 juta wisatawan Jepang berpergian ke luar negeri pada tahun 2004. Dalam sebuah survei, sekitar 94% dari pengunjung Jepang ke AS melaporkan belanja selama mereka tinggal, yang ternyata jumlahnya lebih daripada wisatawan-wisatawan negara-negara lain. Orang Jepang cenderung untuk membel barang dan jasa secara tunai. Sekitar 3,7 juta turis Jepang mengunjungi AS pada tahun 2004, kedua setelah Inggris di kalangan wisatawan luar negeri. Pengunjung dari Jepang menghabiskan sekitar$ 12,4 miliar di Amerika Serikat pada 2004, naik 24% dari tahun sebelumnya.
Dengan pengetahuan tentang Jepang bisa membuat Anda masuk ke pasar tersebut. Dan tentunya pemahaman dan pengetahuan tersebut akan membuat kunjungan Anda ke Jepang akan lebih mudah dan jauh lebih menyenangkan.

9.  Tidak sesulit yang Anda pikirkan!

Seperti yang pernah diulas pada artikel-artikel sebelumnya, bahwa bahasa Jepang memiliki sistem yang jauh berbeda dengan bahasa Inggris atau bahasa-bahasa lainnya. Namun, Anda pastinya akan mampu mempelajari 44 atau lebih karakter hiragana atau katakana yang mewakili suara dalam berbagai cara seperti halnya yang telah Anda pelajari untuk memahami huruf-huruf alfabet.

Selain itu, dalam tata bahasa Jepang banyak yang lebih sederhana dari pada bahasa-bahasa Eropa. Kata benda dalam bahasa Jepang tidak mengenal jenis kelamin dan bentuk jamak. Bahasa ini juga mengenal bentuk kalimat kata kerja sekarang dan masa lalu, yang meliputi kata kerja tidak teratur yang sangat sedikit. Penyampaian bahasa hanya menggunakan 5 suara vokal dan ejaan fonetis yang membuat bahasa ini yang relatif mudah untuk diucapkan.

10.  Jepang adalah batu loncatan untuk belajar bahasa Asia lainnya.

Seperti bahasa lain di Asia Tenggara, bahasa Jepang adalah bahasa yang sangat analitis, dan bergantung pada fungsi kata-kata daripada sistem ekstensif dari infleksi untuk menunjukkan sifat linguistik. Bahasa ini juga terdiri dari struktur kalimat yang memiliki subjek dan predikat. Meskipun bahasa-bahasa Asia Tenggara lainnya jelas berbeda dengan bahasa mereka, sebagai kelompok mereka jelas berbeda secara geografis dari keluarga bahasa yang lebih jauh, seperti bahasa -bahasa Indo-Eropa dan Afro-Asia.

Secara khusus, tata bahasa Jepang sangat mirip dengan bahasa Korea, dan kedua bahasa tersebut memiliki sistem sama-sama maju honorifics-nya untuk menunjukkan rasa hormat. Bahasa Jepang menggunakan penulisan kanji Cina sebagai sistem penulisannya. Dengan belajar bahasa Jepang akan membawa Anda selangkah lebih dekat untuk memahami dan mempelajari juga bahasa Korea atau Cina karena banyak kemiripan dalam konsep yang mendasari bahasa tersebut. 
 
 

Perbedaan yang Mencolok Antara Budaya Jepang dengan Indonesia


Ada banyak hal perbedaan antara budaya Jepang dengan Indonesia, namun disini vero hanya menampilkan beberapa saja.

1. Ketika di kendaraan umum:
Jepang: Orang-orang pada baca buku atau tidur.
Indonesia: Orang-orang pada ngobrol, ngegosip, ketawa-ketiwi cekikikan, ngelamun, dan tidur.

2. Ketika makan dikendaraan umum:
Jepang: Sampah sisa makanan disimpan ke dalam saku celana atau dimasukkan ke dalam tas, kemudian baru dibuang setelah nemu tong sampah.
Indonesia: Dengan wajah tanpa dosa, sampah sisa makanan dibuang gitu aja di kolong bangku/dilempar ke luar jendela.

3. Ketika dikelas:
Jepang: Yang kosong adalah bangku kuliah paling belakang.
Indonesia: Yang kosong adalah bangku kuliah paling depan.

4. Ketika dosen memberikan kuliah:
Jepang: Semua mahasiswa sunyi senyap mendengarkan dengan serius.
Indonesia: Tengok ke kiri, ada yang ngobrol. Tengok ke kanan, ada yg baca komik. Tengok ke belakang, pada tidur. Cuma barisan depan aja yang anteng dengerin, itu pun karena duduk pas di depan hidung dosen!

5. Ketika diberi tugas oleh dosen:
Jepang: Hari itu juga siang atau malemnya langsung nyerbu perpustakaan atau browsing internet buat cari data.
Indonesia: Kalau masih ada hari esok, ngapain dikerjain hari ini!

6. Ketika terlambat masuk kelas:
Jepang: Memohon maaf sambil membungkukkan badan 90 derajat, dan menunjukkan ekspresi malu dan menyesal gak akan mengulangi lagi.
Indonesia: Slonong boy & slonong girl masuk gitu aja tanpa bilang permisi ke dosen sama sekali.

7. Ketika dijalan raya:
Jepang: Mobil sangat jarang (kecuali di kota besar). Padahal jepang kan negara produsen mobil terbesar di dunia, mobilnya pada ke mana ya?
Indonesia: Jalanan macet, sampai-sampai orang susah nyebrang & sering keserempet motor yg jalannya ugal-ugalan.

8. Ketika jam kantor:
Jepang: Jalanan sepiiiii banget, kayak kota mati.
Indonesia: Ada Oknum pake seragam coklat2 pada keluyuran di mall-mall.

9. Ketika buang sampah:
Jepang: Sampah dibuang sesuai jenisnya. Sampah organik dibuang di tempat sampah khusus organik, sampah non organik dibuang di tempat sampah non organik.
Indonesia: Mau organik kek, non organik kek, bangke binatang kek, semuanya tumplek jadi satu dalam kantong kresek. (make it simple hahahaa)

10. Ketika berangkat kantor:
Jepang: Berangkat naik kereta/bus kota. Mobil cuma dipakai saat acara liburan keluarga atau acara yang bersifat mendesak aja.
Indonesia: Gengsi dooonk... Masa naik angkot?!

11. Ketika janjian ketemu:
Jepang: Ting...tong... semuanya datang tepat pada jam yg disepakati.
Indonesia: Salah satu pihak pasti ada dibiarkan sampai berjamur & karatan gara-gara kelamaan nunggu!

12. Ketika berjalan dipagi hari:
Jepang: Orang-orang pada jalan super cepat kayak dikejar doggy, karena khawatir telat ke tempat kerja atau sekolah.
Indonesia: Nyantai aja cyinn...! Si boss juga paling datangnya telat!
 
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012 Bakapedia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger